Kita sering mendengar ungkapan " BUKAN BAGAIMANA KITA TERJATUH TAPI BAGAIMANA KITA BANGKIT KEMBALI " Kalimat ini adalah motifasi luar biasa, yang membuka pikiran kita agar kita tidak terlalu lama larut dalam kegagalan atau terpuruk " DITITIK RENDAH KEHIDUPAN INI ".
Dalam kehidupan ini pastinya kita pernah merasakan kesulitan, entah itu dalam hal percintaan keuangan atau hal lainnya. Kegagalan dalam hal apapun pastinya sulit untuk kita terima, dan perlahan membawa kita kedalam keterpurukan. Tapi apapun itu harus selalu diingat, bahwa dalam kehidupan ini kita akan di uji.
Dalam zona nyaman, tak ada seorang pun yang yang tahu bagaimana "Diri Kita Yang Sebenarnya " Kita tidak akan pernah bisa mengenali diri kita yang sesungguhnya. Tetapi dalam kesulitan kita akan tahu arti dari sabar, arti dari ketulusan dan arti dari kehidupan itu sendiri.
Berdamai dengan diri sendiri akan membawa kita kedalam sesuatu yang baru. berhenti menyesali apa yang sudah terjadi akan memberi kekuatan baru untuk kita bangkit kembali, move on. Dan yang paling istimewa lagi ketika kita berada dalam kesulitan, kita akan berusaha sekuat tenaga untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, Rabb yang maha agung. Memohan ampunan atas kesalahan yang telah kita perbuat, dan memohon petunjuk Nya agar diberi kemudahan serta kekuatan untuk menghadapi semua kesulitan. Karena Allah tidak akan memberi cobaan melebihi kemampuan makhuk Nya.
" DITITIK PALING RENDAH DALAM HIDUP INI " Hati dan pikiran kita harus bersinergi dan seimbang. pikirkan hal-hal positif yang bisa kita lakukan, berbaik sangka atas semua yang telah terjadi. temukan hikmah yang datng dari kesulitan itu.
Selain berdamai dengan diri sendiri dan mengenali siapa kita sebenarnya, kita akan tahu juga "siapa sebenarnya orang-orang disekitar kita" . Siapa yang rela menemani kita dalam keadaan susah, siapa yang dengan tulus memberi dukungan kepada kita. Dan siapa yang pergi ketika kita sedang susah. Bukan untuk menyimpan dendam kepada seseorang bila memang orang itu hanya sekelas benalu tentunya. Ketika ada orang yang datang ketika kita senang dan pergi ketika kita susah. Kita harus tetap berbaik sangka. Mungkin itu cara Allah menunjukan mana Orang yang tepat dijadikan sahabat dan mana orang yang hanya sekedar menjadi teman.
Mungkin hanya itu saja yang bisa saya tuliskan hari ini. Bila ada yang kurang berkenan mohon kiranya di maafkan. Satu hal penting, saya tidak bermaksud menggurui atau sok-sok an jadi motivator. saya hanya ingin berbagi pengalaman saja. Ambil yang baik tinggalkan yang buruk. Semoga bermanfaat. Salam
Dalam kehidupan ini pastinya kita pernah merasakan kesulitan, entah itu dalam hal percintaan keuangan atau hal lainnya. Kegagalan dalam hal apapun pastinya sulit untuk kita terima, dan perlahan membawa kita kedalam keterpurukan. Tapi apapun itu harus selalu diingat, bahwa dalam kehidupan ini kita akan di uji.
Dalam zona nyaman, tak ada seorang pun yang yang tahu bagaimana "Diri Kita Yang Sebenarnya " Kita tidak akan pernah bisa mengenali diri kita yang sesungguhnya. Tetapi dalam kesulitan kita akan tahu arti dari sabar, arti dari ketulusan dan arti dari kehidupan itu sendiri.
Berdamai dengan diri sendiri akan membawa kita kedalam sesuatu yang baru. berhenti menyesali apa yang sudah terjadi akan memberi kekuatan baru untuk kita bangkit kembali, move on. Dan yang paling istimewa lagi ketika kita berada dalam kesulitan, kita akan berusaha sekuat tenaga untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, Rabb yang maha agung. Memohan ampunan atas kesalahan yang telah kita perbuat, dan memohon petunjuk Nya agar diberi kemudahan serta kekuatan untuk menghadapi semua kesulitan. Karena Allah tidak akan memberi cobaan melebihi kemampuan makhuk Nya.
" DITITIK PALING RENDAH DALAM HIDUP INI " Hati dan pikiran kita harus bersinergi dan seimbang. pikirkan hal-hal positif yang bisa kita lakukan, berbaik sangka atas semua yang telah terjadi. temukan hikmah yang datng dari kesulitan itu.
Selain berdamai dengan diri sendiri dan mengenali siapa kita sebenarnya, kita akan tahu juga "siapa sebenarnya orang-orang disekitar kita" . Siapa yang rela menemani kita dalam keadaan susah, siapa yang dengan tulus memberi dukungan kepada kita. Dan siapa yang pergi ketika kita sedang susah. Bukan untuk menyimpan dendam kepada seseorang bila memang orang itu hanya sekelas benalu tentunya. Ketika ada orang yang datang ketika kita senang dan pergi ketika kita susah. Kita harus tetap berbaik sangka. Mungkin itu cara Allah menunjukan mana Orang yang tepat dijadikan sahabat dan mana orang yang hanya sekedar menjadi teman.
Mungkin hanya itu saja yang bisa saya tuliskan hari ini. Bila ada yang kurang berkenan mohon kiranya di maafkan. Satu hal penting, saya tidak bermaksud menggurui atau sok-sok an jadi motivator. saya hanya ingin berbagi pengalaman saja. Ambil yang baik tinggalkan yang buruk. Semoga bermanfaat. Salam

Komentar
Posting Komentar